Rabu, 04 Mei 2016

mimpi

Diposting oleh Riska Febryanti di 02.11 0 komentar
aku ingin membuatkanmu rumah jamur dengan atap merah polkadot, ingat ya! aku yang mebuatkan. bukan kamu! jangan sesekali mewujudkan mimpiku, aku ingin aku saja yang mewujudkan.
kita buat rumah itu menjadi rumah kurcaci, mengapa aku menyukai kurcaci? jawabannya mudah karena kurcaci setia menemani putri salju. aku juga ingin memunyai kurcaci-kurcaci yang setia.

dengan taman bunga, aku ingin bunga dengan warna putih, warna Tuhan. banyak sekali yang membuatku membanggakan warna putih. 
aku ingin berpagar kayu saja. sehingga para ilalang tidak akan masuk kedalam kebunku. 

aku tau kau ingin pula membangun kastil, tapi bolehkah kastil dan rumah jamur itu bersebelahan agar adanya kehidupan? bolehkah kita menjadi bersahabat karena bersebelahan? 
aku ingat kau menyanjungku dengan dongeng-dongengmu yang membuatku geli.
namun aku akan menyanjungmu dengan bangunan yang akan aku tawarkan, setuju? 

sekarang pejamkan matamu, dan akan aku buatkan segala keinginanmu. 
didalam perbedaan ruang dan waktu, didalam tempat dimana semua orang tidak ingin pergi.
.
.
.
.
mimpi.

Jumat, 22 April 2016

Ah Sierra, Bolehkah?

Diposting oleh Riska Febryanti di 19.12 0 komentar
Hai sierra? mengapa kamu selalu membanggakan warna putih? bahkan kali ini saja aku masih belum menemukan dimana titik keindahan pada warna putih.
Sierra.
aku tau bahwa kamu malaikat khayalan, namun bolehkah aku bertanya?
mengapa galaksi bima sakti mengadakan rotasi? apakah perputaran pada poros itu bisa dikatakan indah?
Sierra, ada yang bilang bintang itu tidak nyata hanya pantulan cahaya yang semu
tapi aku tidak berfikir demikian, bagiku bintang mampu memamcarkan cahayanya sendiri
bukankah begitu? bagaimana menurutmu? apakah kamu akan menjawab secara restorasi? seperti jawabanmu pada elphira?

mengapa malaikat duduk diatas pelangi dan jika pelangi tidak ada kemana malaikat akan bernyanyi? tentu saja dibintang!
aku tahu pelangi hanya sesaat dan akan tergantikan oleh bintang
namun bintang yang aku maksud sedang berusaha mendapatkanku Sierra kau tau?
aku begitu takut bahwa dia hanya terobsesi, seperti pelangiku dulu.
keindahan sesaat.
aku takut Sierra.

begitu mencolok perbedaan pelangi dan bintang,
aku ingin bintang itu sepertimu.
malaikat khayalan yang menjaga.
Bolehkah?

Sabtu, 09 April 2016

Hujan pertengahan april

Diposting oleh Riska Febryanti di 01.09 0 komentar
Kepada butir hujan pada April, aku rindu. Rindu dengan semua yang sempat ada, lalu hilang. Atau yang kini masih ada, tapi nanti akan hilang. Semuanya memang akan hilang, bahkan hari ini akan hilang ditelan senja. Kepada hujan di pertengahan april, aku rindu. Aku berjinjit melewati masa yang pasang surut. Berlari mengejar, jatuh tersungkur, terisak tergugu, temangu melamun, menahan sesak, menatap lurus-lurus apa yang perlahan hanya tinggal bayangan tipis. Hujan di pertengahan april, mengapa rindu itu egois?

Minggu, 03 April 2016

Sebuah nama panjang

Diposting oleh Riska Febryanti di 08.05 0 komentar
Aku suka ketika menyebut nama panjang seseorang disela sebuah percakapan
Bagiku terasa lebih menghormati
Aku suka ketika menyebut nama panjang
Ada beberapa makna yang terkandung dalam nama itu
Sebuah harapan, sebuah keinginan yang menjadikan nama itu adalah sebuah prahara yang indah; doa.

Kuselipkan nama panjangmu dalam setiap doa, berharap segala yang fana akan menjadi keindahan nyata. bahkan setiap semogamu aku selalu mengamini didalam hati.

Hati yang tidak pernah mengingkari.
Ia selalu jujur dengan apa keadaannya
Tidak pernah bohong dan tidak pernah menyakiti
Bahkan ketika musuh terbesarnya; otak.
Mereka seringkali tidak singkron.
Dan jika kalian tidak setuju. Aku tidak peduli

Sebuah nama akan menjadi ingatan yang membekas dalam peluh kalbu.

Kamis, 31 Maret 2016

entahlah

Diposting oleh Riska Febryanti di 00.40 0 komentar
aku hampir tidak tahu apa yang harus aku mulai. aku kacau. aku tidak menemukan titik kebahagiaan lagi sejak salah satu anggota dibagian terpenting ini pergi. ibu.
aku merasa aku selalu salah, apa yang aku lakukan tidak akan pernah ada benarnya. aku tidak ada pembela. pembelaku pergi.
aku tidak tahu apa yang mereka inginkan, yang jelas aku benar-benar tertekan. aku di dikte aku benar-benar dicetak untuk mengikuti mau mereka. semua kegiatan, bahkan teman saja selalu dikritik.
aku rindu....
aku rindu bahagia lagi.

curahan tetes air mata ini tidak akan pernah bisa merubah apapun, aku ingin seperti anak-anak yang lainnya. aku ingin menjadi yang dibanggakan tapi tidak pernah sekalipun mereka bangga terhadapku, aku ini apa? aku bukan boneka tangan yang dengan seenaknya di gerakkan, aku ingin bebas. aku ingin bebas berkreasi aku ingin bebas menjadi apapun yang aku mau.

mengapa yang aku lakukan selalu di kritik? mengapa yang aku perbuat itu salah? bahkan aku mengikuti lomba dan menjadi pemenangpun aku masih menjadi tersangka kesalahan.

Tuhan, aku percaya skenariomu lebih indah. namun percayalah aku benar-benar letih dengan semua ini. aku mencoba mengerti dan menerima


tp mengapa tetap saja aku selalu salah?


 

Riska Febryanti © 2010 Web Design by Ipietoon Blogger Template and Home Design and Decor